Perkuat Kesiapsiagaan dan Respons Cepat, BPBD Kutim Siapkan Strategi Penanganan Bencana

Portalborneo.id, Kutai Timur – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus memperkuat kesiapsiagaan dan koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana di wilayah setempat. Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kutim, Muhammad Naim, S.E., M.Si, saat menjelaskan struktur dan mekanisme kerja lembaganya dalam menangani berbagai situasi kebencanaan.

Menurut Naim, BPBD Kutim memiliki tiga bidang utama yang bekerja secara terintegrasi, yakni Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan (PK), Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan, serta Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR). Masing-masing bidang memiliki peran penting, mulai dari upaya pencegahan hingga pemulihan pascabencana.

Berita Lainnya:  Isran Noor Tertinggal Oleh Andi Harun untuk Pilgub Kaltim, Dari Hasil Survei Charta Politika

“Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan fokus pada regulasi, sosialisasi, dan simulasi kepada masyarakat. Tujuannya agar masyarakat tahu cara menghadapi bencana dan dapat melindungi dirinya sendiri,” jelas Naim.

Lebih lanjut, Naim menuturkan bahwa bidang yang ia pimpin, yakni Kedaruratan dan Logistik, memiliki peran utama dalam respons cepat di lapangan saat bencana terjadi. Bidang ini bertanggung jawab terhadap kajian cepat (rapid assessment) untuk menilai kondisi awal dan menentukan langkah-langkah penanganan segera.

“Hasil kajian cepat inilah yang menjadi dasar bagi pemerintah daerah, dalam hal ini Bapak Bupati, untuk menentukan status bencana — apakah masih siaga atau sudah tanggap darurat,” ungkapnya.

Berita Lainnya:  Menuju Standar FIFA, Stadion Utama Palaran Siap Direvitalisasi

Ia menjelaskan, apabila status yang ditetapkan masih siaga, maka penanganan dilakukan oleh BPBD bersama aparat kecamatan dan relawan setempat. Namun jika kondisi dinilai darurat, maka Bupati Kutim akan menetapkan status tanggap darurat melalui rapat bersama unsur Forkopimda dan berbagai pihak terkait berdasarkan masukan dari tim reaksi cepat multisektor.

Naim menambahkan, setelah masa tanggap darurat berakhir, proses selanjutnya akan dilanjutkan oleh Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi, yang bertugas menghitung besaran kerusakan serta kerugian yang dialami masyarakat, fasilitas umum, dan infrastruktur pemerintahan.

Data tersebut kemudian menjadi dasar untuk program pemulihan jangka pendek maupun panjang.

Berita Lainnya:  Hormati Ramadan, DPRD Samarinda Minta Tempat Hiburan Malam Ditutup

“Semua bidang di BPBD ini saling terhubung. Mulai dari upaya pencegahan, penanganan darurat, hingga pemulihan pascabencana, semuanya dijalankan dengan koordinasi yang kuat agar masyarakat Kutim bisa lebih tangguh menghadapi bencana,” tegasnya.

Melalui penguatan peran di setiap bidang, BPBD Kutim berkomitmen untuk terus meningkatkan profesionalisme dan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai ancaman bencana.

Naim menegaskan, kesiapan sumber daya manusia dan logistik menjadi kunci utama agar penanganan di lapangan dapat berjalan cepat, tepat, dan terkoordinasi.(ADV)

...

Bagikan :

Email
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
[printfriendly]

terkait

.