Syarat Ketat Diberlakukan untuk Sekolah Kutim Menjadi Rujukan Google

Portalborneo.id, Kutai Timur – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur tidak hanya berfokus pada kuantitas sekolah, tetapi juga kualitas dan kesiapan digital sekolah yang akan diusulkan sebagai Kandidat Sekolah Rujukan Google (KSRG). Penerapan program ini menuntut pemenuhan sejumlah persyaratan ketat dari pihak sekolah.

Kepala Disdikbud Kutai Timur, Mulyono, menjelaskan bahwa upaya ini dilakukan dalam rangka memastikan peningkatan standar pelayanan minimal pendidikan, terutama dalam hal pemanfaatan teknologi. Inisiatif ini dipandang penting untuk meningkatkan daya saing lulusan.

Disdikbud secara spesifik menargetkan dua wilayah yang dianggap paling siap secara infrastruktur, yakni Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan. Pemilihan lokasi ini sangat strategis mengingat ketergantungan program KSRG pada konektivitas.

Berita Lainnya:  HUT ke-5 PT MGRM, Pemkab Kukar Terus Mengajak untuk Berkontribusi Terhadap Pembangunan Daerah

Mulyono menekankan bahwa fokus di wilayah perkotaan adalah langkah awal yang logis karena infrastruktur, khususnya internet, lebih memadai, yang merupakan elemen vital dalam pembelajaran berbasis Google.

“Kenapa kita fokus di kota? (Sangatta) Karena di kota ini kan secara infrastrukturnya kan lebih memadai, karena namanya belajar Google itu kan pasti berkaitan dengan internet kan,” ujar Mulyono.

Syarat pertama dan utama yang harus dipenuhi oleh sekolah yang ditunjuk adalah kapabilitas sumber daya manusia (SDM) pengajar. Semua guru yang mengajar di sekolah tersebut wajib mendapatkan bimbingan teknis (bimtek) level 0 (L0).

Berita Lainnya:  Stok Daging Segar di Samarinda Terbatas, DPRD Koordinasi dengan Pemprov Kaltim

Setelah semua guru lulus L0, sekolah harus memastikan bahwa minimal 30 persen dari guru-guru yang telah lulus tersebut melanjutkan dan berhasil memperoleh sertifikat guru KSRG level 1 (L1) dari Google. Sertifikat ini menunjukkan penguasaan yang lebih mendalam terhadap tools digital.

Selain kompetensi guru, persyaratan teknologi lainnya adalah ketersediaan perangkat. Sekolah harus menyediakan minimal 60 unit Chromebook. Jumlah ini dinilai cukup realistis untuk mendukung rotasi penggunaan di minimal dua kelas pada waktu yang sama.

Lebih lanjut, baik guru maupun siswa di sekolah tersebut harus terdaftar dan menggunakan akun Google Workspace for Education. Akun terintegrasi ini menjadi pintu masuk ke ekosistem pembelajaran digital yang efektif.

Berita Lainnya:  KORPRI dan PMI Samarinda Gelar Kegiatan Bertajuk 'Berbagi Senyum' Andi Harun: Keberkahan Bulan Suci Ramadan

Disdikbud Kutim telah mengajukan daftar sekolah untuk program ini. Total 35 sekolah di Sangatta Utara dan Sangatta Selatan kini tengah berjuang memenuhi semua persyaratan tersebut.

“Sementara ini kami usulkan 35 sekolah yang ada di Sangatta Utara dan Sangatta Selatan, mudah-mudahan akhir tahun ini sudah bisa dicapai sekolah tersebut menjadi sekolah rujukan google,” tutup Mulyono, berharap agar target dapat tercapai sesuai jadwal. (ADV)

...

Bagikan :

Email
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
[printfriendly]

terkait

.