Misteri Kematian Massal Ikan Toman di Kutai Kartanegara: DPRD Kaltim Berharap Penyelidikan Cepat Terungkap

Foto: Muhammad Samsun, Wakil Ketua DPRD Kaltim.

Foto: Muhammad Samsun, Wakil Ketua DPRD Kaltim.

Portalborneo.or.id, Kutai Kartanegara – Kejadian misterius kematian massal ikan toman budidaya di keramba milik warga di dua desa di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, pada Jumat pagi, 20 Oktober 2023, telah memicu kekhawatiran serius di seluruh wilayah ini. Dalam perkembangan terbaru, DPRD Kalimantan Timur berbicara mengenai situasi tersebut dan mengekspresikan keprihatinan mereka atas masalah ini.

Muhammad Samsun, Wakil Ketua DPRD Kaltim dari dapil Kutai Kartanegara, mengatakan, “Tentu kita sama-sama menunggu hasil uji laboratorium, namun kita juga mengharapkan pemerintah daerah setempat segera mengambil langkah-langkah konkret untuk meminimalisir kerugian yang dialami oleh masyarakat.”

Berita Lainnya:  Ketua Fraksi PDIP DPRD Kaltim  Ananda Emira Moeis Targetkan 17 Kursi Di Pileg 2024 Mendatang

Belasan ton ikan toman yang mati mendadak merupakan pukulan serius bagi sektor perikanan dan para petani ikan lokal.

“Situasi ini perlu penanganan cepat dan akurat. Kita harus memahami apa yang menyebabkan kematian massal ini agar tindakan pencegahan yang sesuai dapat diambil untuk melindungi ikan budidaya di masa depan,” tambah Samsun.

DPRD Kaltim mendesak pihak terkait untuk melakukan investigasi menyeluruh dan mengambil tindakan yang tepat sesuai dengan hasil temuan.

Investigasi yang sedang berlangsung oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Timur, bersama dengan Satuan Gugus Tugas Pengendalian Penyakit Ikan Provinsi, telah mencakup pengambilan sampel ikan dan air di sekitar keramba. Sampel-sampel ini sedang diuji di laboratorium untuk mengungkapkan penyebab pasti dari kematian massal ikan ini.

Berita Lainnya:  Sasar Remaja, Agus Suwandy Gelar Sosper Pencegahan Narkotika

Menurut Irma Listiyawati, Kabid Perikanan Budidaya dan PDSP DKP Kaltim, “Kami belum bisa mengambil kesimpulan, masih harus menunggu hasil uji sampelnya, baik air maupun ikannya.”

Meskipun parameter kualitas air dalam batas normal, uji lanjutan di laboratorium terakreditasi masih diperlukan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai penyebab kematian massal ikan toman ini.

Hasil investigasi dan uji laboratorium akan dibahas bersama Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelautan dan Perikanan (BKIPM), serta lembaga-lembaga terkait lainnya. Kolaborasi ini menjadi penting untuk memastikan bahwa hasil penyelidikan akurat dan solusi yang tepat dapat ditemukan.

Berita Lainnya:  Bertemu Masyarakat Samarinda Utara, Komariah Tegaskan Pentingnya Pancasila

Situasi kematian massal ikan toman ini merupakan masalah yang perlu penyelesaian segera untuk melindungi sektor perikanan dan nelayan di Kutai Kartanegara. Semua pihak berharap bahwa penyebab kematian massal ini akan segera terungkap, dan langkah-langkah tindak lanjut yang sesuai dapat diambil untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

(ADV/DPRD/FRC/72)

...

Bagikan :

Email
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
[printfriendly]

terkait

.