Wabup Kukar Bagi Kebahagiaan untuk Anak SLB

Wakil Bupati Kutai Kartanegara, Rendi Solihin

Portalborneo.id, Samarinda – Cara berbeda dipilih Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rendi Solihin untuk merayakan kebahagiaan di tengah padatnya agenda pemerintahan. Ia bersama istrinya, Fety Puja Amelia, memilih menghabiskan waktu dengan puluhan siswa berkebutuhan khusus dari SLB Negeri Tenggarong. Mereka diajak makan malam dan berjalan santai di salah satu mal terbesar di Samarinda.

Kunjungan tersebut memberi kesempatan bagi anak-anak itu merasakan pengalaman yang jarang mereka dapatkan. Rendi dan Fety mengundang para siswa untuk berbelanja sepatu serta pakaian pilihan mereka. Suasana hangat terasa ketika pasangan ini mendampingi anak-anak selama kegiatan berlangsung.

Berita Lainnya:  FKPR Kukar 2025 Tawarkan Lomba Baru, Aji Ali: Dorong Ekspresi Pemuda Selama Ramadan

“Kami ingin kebahagiaan yang kami rasakan juga dirasakan mereka,” ujar Rendi sembari tersenyum. Ia menegaskan bahwa kebersamaan yang tulus sering kali jauh lebih berarti dibanding pesta besar. “Tak perlu pesta besar, cukup kebersamaan yang tulus,” lanjutnya.

Sebelum berbelanja, Fety terlebih dahulu membawa para siswa menikmati makan malam bersama. Di meja panjang, tawa kecil dan wajah-wajah malu-malu menciptakan suasana akrab yang terasa tanpa batas. Obrolan ringan dan canda membuat momen tersebut semakin berkesan.

Setelah makan malam, rombongan bergerak menuju toko sepatu dan pakaian di dalam mal. Satu per satu anak memilih kebutuhan mereka, sementara Rendi dan Fety membantu memastikan semuanya merasa nyaman. Beberapa siswa tampak sangat gembira saat mencoba sepatu yang mereka pilih.

Berita Lainnya:  DPRD Samarinda Soroti Maraknya Pertamini Ilegal, Perda Sudah Ada tapi Tak Dijalankan

“Ada anak yang sampai menangis,” ungkap guru SLB Negeri Tenggarong, Lina Otaviani. Ia menceritakan betapa harunya para siswa atas pengalaman langka tersebut. “Mereka tidak menyangka bisa belanja sendiri di mal, apalagi ditemani langsung oleh Bapak dan Ibu Wakil Bupati,” tambahnya.

Bagi sebagian anak-anak itu, berjalan di antara etalase kaca dengan musik lembut mal merupakan pengalaman pertama. Setiap langkah membawa rasa antusias sekaligus haru yang sulit mereka sembunyikan. Momen sederhana itu meninggalkan kesan mendalam di hati mereka.

Kegiatan tersebut ditutup dengan menikmati es krim bersama. Gelak tawa kembali terdengar ketika beberapa anak memperlihatkan sepatu baru mereka. Ada pula yang tersipu karena es krimnya menetes, namun suasananya tetap penuh kebahagiaan dan kehangatan.

...

Bagikan :

Email
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
[printfriendly]

terkait

.