Siaga Bencana: Kutai Timur Diprediksi Alami Peningkatan Curah Hujan Dasarian II November 2025

Portalborneo.id, Kutai Timur – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Timur (Kutim) menyerukan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan mereka. Peringatan ini disampaikan menyusul adanya prakiraan signifikan mengenai potensi peningkatan curah hujan di berbagai wilayah Kutai Timur.

Peningkatan intensitas hujan ini diprediksi akan berlangsung selama periode dasarian II November 2025. Secara spesifik, lonjakan curah hujan diperkirakan terjadi mulai tanggal 11 hingga 20 November 2025, mencakup hampir seluruh daerah di kabupaten tersebut.

Berdasarkan laporan dan prediksi yang dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan di Kutai Timur diproyeksikan akan bervariasi, namun dengan kecenderungan intensitas yang lebih tinggi. Kondisi cuaca ekstrem ini diperkirakan paling berpotensi berdampak pada beberapa kecamatan tertentu.

Berita Lainnya:  Berbagi Pengamalan Pengelolaan PAD, Pansus Retribusi Jasa Umum Kutim Sambangi DPRD Samarinda

Wilayah yang diidentifikasi paling rawan dan perlu perhatian ekstra mencakup Kecamatan Muara Wahau, Sangatta Utara, dan Sangatta Selatan. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kutai Timur, Muhammad Naim, menjelaskan bahwa informasi mengenai kenaikan curah hujan tersebut telah disebarluaskan. “Harapan kami kepada masyarakat untuk terus memantau perkembangan cuaca melalui website BMKG,” ujarnya pada hari Selasa (11/11/2025).

Naim menyatakan bahwa BPBD Kutim secara rutin menerima surat edaran prediksi cuaca dari BMKG setiap sepuluh hari sekali. Sebagai respons cepat, pihaknya telah memulai langkah awal antisipasi.

Langkah tersebut berupa pemasangan papan imbauan dan peringatan waspada di berbagai lokasi strategis. Prioritas pemasangan imbauan ini difokuskan di kawasan padat penduduk seperti Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan.

Berita Lainnya:  Sunggono Minta Satpol PP Kukar Tingkatkan Disiplin dan Solidaritas Jelang Pilkada 2024

Mengacu pada status ‘waspada’ yang telah ditetapkan oleh BMKG untuk wilayah Kutim, Naim menekankan urgensi partisipasi aktif masyarakat dalam upaya mitigasi bencana dan menjaga keselamatan diri. Status ini menyiratkan bahwa tingkat kehati-hatian masyarakat harus ditingkatkan secara signifikan. “Harapan kami kepada masyarakat untuk terus memantau perkembangan cuaca melalui website BMKG,” tegas Naim, merujuk pada pentingnya pemantauan mandiri, terutama bagi penduduk yang bermukim di daerah yang secara historis rawan terhadap bencana alam.

Selain aktif memonitor informasi cuaca terbaru, masyarakat juga diimbau agar tidak ragu untuk segera berkoordinasi dengan aparat setempat. Jalur koordinasi yang disarankan dimulai dari tingkat Rukun Tetangga (RT), desa, kecamatan, hingga langsung menghubungi BPBD Kutai Timur.

Koordinasi cepat ini bertujuan untuk melaporkan kondisi atau potensi bahaya yang dapat memicu terjadinya bencana. Langkah proaktif ini diharapkan mampu meminimalisir dampak kerugian yang lebih besar.

Berita Lainnya:  Hari Jadi Ke-77 Tahun, Samsun Harap TNI Semakin Mampu Mengayomi Masyarakat

Guna memastikan kesiapsiagaan di level paling bawah, BPBD meminta agar aparatur desa dan kelurahan melaksanakan patroli rutin dan menjalin komunikasi berkelanjutan dengan pihak kecamatan serta BPBD. Aparat desa juga diminta segera menginformasikan dan mengingatkan warga yang tinggal di sepanjang bantaran sungai atau daerah yang rentan terhadap banjir dan tanah longsor agar selalu siaga. “Persiapan juga mencakup logistik dan peralatan. Aparatur desa bisa mempersiapkan segala peralatan-peralatan kebencanaan yang memang sudah diperoleh dari BPBD,” tutupnya, menggarisbawahi pentingnya kesiapan logistik di tingkat lokal untuk mempercepat respons dan penanganan. (ADV)

...

Bagikan :

Email
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
[printfriendly]

terkait

.