Portalborneo.id, Jakarta – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menargetkan perolehan 100 kursi DPR RI pada pemilu mendatang. Target tersebut ditegaskan dalam kegiatan Akademi Politik dan Kebangsaan (Akpolbang) yang diikuti seluruh Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB se-Indonesia.
Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar menekankan pentingnya perubahan cara berpikir dan arah gerak seluruh pengurus DPW yang baru terpilih. Menurutnya, dinamika politik dan kompleksitas persoalan bangsa menuntut PKB untuk bekerja lebih adaptif dan responsif terhadap tantangan zaman.
“Seluruh pengurus DPW yang baru harus mengubah arah dan cara pikir. Kita tidak boleh lagi bekerja dengan pola lama. Politik hari ini menuntut kecepatan, ketepatan, dan kemampuan beradaptasi,” tegas Gus Muhaimin di Jakarta, Senin malam (2/2/2026).
Ia juga mengingatkan agar kader PKB tidak hanya mengandalkan pengalaman masa lalu, melainkan terus meningkatkan kapasitas diri melalui pembelajaran berkelanjutan serta keterbukaan terhadap pengetahuan dan strategi baru.
“Politik tidak memberi ruang bagi kader yang berhenti belajar. Kita harus terus memperbarui cara kerja agar PKB tetap relevan dan solutif,” ujarnya.
Selain itu, Gus Muhaimin menegaskan pentingnya kerja kolaboratif antarstruktur partai dan sinergi dengan berbagai elemen masyarakat guna menjawab tantangan nasional yang semakin kompleks.
Sementara itu, Ketua DPW PKB Kalimantan Timur Syafruddin menjelaskan bahwa Akademi Politik dan Kebangsaan merupakan forum pembekalan nasional bagi seluruh pimpinan PKB di daerah. Kegiatan ini difokuskan pada penguatan ideologi partai, strategi kerja, serta langkah antisipatif menghadapi tantangan politik ke depan.
“Ini pembekalan bagi seluruh ketua PKB se-Indonesia. Semua pimpinan wilayah dikuatkan kembali pemahamannya agar target-target partai ke depan bisa tercapai,” kata Syafruddin.
Ia menyebutkan, salah satu target utama PKB adalah meningkatkan perolehan kursi DPR RI dari 68 kursi saat ini menjadi 100 kursi.
“Target nasional PKB jelas, 100 kursi DPR RI. Karena itu, seluruh struktur harus solid, disiplin, dan bekerja lebih terarah,” pungkasnya.
Tim Redaksi

