PORTALBORNEO.ID, KUTAI KARTANEGARA – Sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) masih membutuhkan penguatan dari sisi pengelolaan maupun promosi. Untuk itu, Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar kembali mengoptimalkan peran kelompok sadar wisata (Pokdarwis) di berbagai wilayah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispar Kukar, Awang Agus Dharmawan, mengatakan pendataan ulang dilakukan untuk memastikan kondisi kelompok pengelola wisata yang selama ini menjadi salah satu ujung tombak pengembangan destinasi di tingkat lokal.
“Langkah awalnya kita kembali melakukan pendataan Pokdarwis untuk melihat kelompok mana saja yang masih berjalan dan bisa kita dorong untuk mengembangkan destinasi wisata yang belum banyak dikenal,” kata Awang, Selasa (06/10/2026).
Berdasarkan pendataan tersebut, terdapat sekitar 60 Pokdarwis yang tercatat di Kukar. Namun, tidak seluruhnya masih menjalankan aktivitas secara rutin karena hanya sekitar 30 kelompok yang saat ini dinilai masih aktif.
Dispar Kukar pun berupaya mendorong Pokdarwis yang belum aktif agar kembali mengambil peran. Menurut Awang, keberadaan kelompok tersebut penting untuk membantu pembenahan destinasi sekaligus memperkuat kegiatan promosi di masing-masing wilayah.
“Kita ingin Pokdarwis yang belum aktif bisa kembali bergerak. Selain mengelola dan membenahi tempat wisata, promosi juga harus terus dilakukan supaya destinasi yang ada semakin dikenal,” sebutnya.
Upaya memperluas promosi juga dilakukan dengan menggandeng masyarakat, khususnya generasi muda yang memiliki aktivitas tinggi di media sosial. Dispar Kukar menilai pemanfaatan platform digital dapat membantu memperkenalkan destinasi kepada calon wisatawan dengan jangkauan yang lebih luas.
“Anak-anak muda yang aktif di media sosial juga kita libatkan. Promosi jangan hanya bergantung kepada pemerintah, tetapi pengelola maupun wisatawan yang datang juga bisa ikut mengenalkan destinasi tersebut,” katanya.
Di sisi lain, pengelola destinasi diminta tidak pasif dalam memasarkan objek wisata yang mereka kelola. Dispar Kukar mendorong setiap pengelola membangun promosi secara mandiri sebagai bagian dari strategi menghadapi keterbatasan anggaran pemerintah.
“Pengelola harus ikut aktif mempromosikan destinasi masing-masing. Ini menjadi salah satu langkah yang bisa dilakukan untuk memperluas promosi ketika anggaran pemerintah terbatas,” ungkap Awang.
Untuk memperkuat koordinasi, Dispar Kukar juga menyediakan ruang komunikasi bagi para pengelola dan pihak terkait melalui grup bersama. Forum tersebut dimanfaatkan untuk bertukar informasi, menyampaikan perkembangan destinasi, sekaligus membangun kerja sama dalam kegiatan promosi.
“Dengan adanya grup komunikasi, kita bisa tetap berkoordinasi dan bertukar informasi tanpa harus selalu mengeluarkan anggaran yang besar,” tutupnya.(Adv/diskominfokukar)

