Portalborneo.id, Samarinda, 11 Februari 2026 – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memastikan Program Gratispol Pendidikan akan diperluas secara signifikan tahun ini, setelah melakukan evaluasi atas pelaksanaannya pada 2025.
Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, mengakui masih ada sejumlah hal yang perlu dibenahi dalam pelaksanaan program tersebut. Namun ia menegaskan, pemerintah terbuka terhadap kritik dan berkomitmen memperbaiki sistem agar manfaatnya dirasakan lebih luas.
“Kami akui, tentu tidak ada yang sempurna. Kami menerima seluruh kritik dan saran, dan akan segera melakukan pembenahan,” ujarnya usai briefing organisasi perangkat daerah di Kantor Gubernur Kaltim, Senin (9/2).
Pada tahun pertama pelaksanaan, sekitar 32.000 kuota beasiswa disiapkan. Namun, sebagian mahasiswa belum dapat memanfaatkan program tersebut, antara lain karena kesalahpahaman terkait syarat penerima. Program ini diperuntukkan bagi mahasiswa reguler yang merupakan putra-putri Kalimantan Timur atau telah berdomisili minimal tiga tahun di wilayah tersebut.
Menurut Gubernur, evaluasi ini menjadi dasar untuk memperluas dan menyempurnakan pelaksanaan program ke depan.
Kabar yang dinantikan masyarakat pun datang: pada 2026, kuota beasiswa meningkat lebih dari empat kali lipat menjadi 159.006 penerima, dengan pagu anggaran mencapai Rp1,37 triliun.
Pemerintah juga memastikan perhatian tidak hanya diberikan kepada mahasiswa, tetapi juga kepada guru dan dosen yang ingin melanjutkan pendidikan.
“Guru-guru juga kami utamakan agar dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusianya. Jika gurunya hebat, maka kita akan dapat melahirkan siswa dan mahasiswa yang hebat pula,” kata Rudy Mas’ud.
Pemerintah Provinsi menegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat menjadi prinsip utama dalam pelaksanaan program ini. Dengan peningkatan kuota dan anggaran, diharapkan semakin banyak keluarga di Kalimantan Timur yang terbantu dalam membiayai pendidikan anak-anak mereka.
Program Gratispol Pendidikan menjadi salah satu kebijakan strategis Pemprov Kaltim dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia dan membuka akses pendidikan yang lebih merata di daerah.
Caption foto: Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud memberikan keterangan terkait evaluasi dan perluasan kuota Program Gratispol Pendidikan. (Adpim Pemprov Kaltim)

