Portalborneo.id, Samarinda – Upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menghadirkan layanan internet gratis di seluruh desa terus menunjukkan kemajuan besar. Program yang menjadi bagian dari kebijakan Jaminan Sosial dan Pembangunan Lokal (Jospol) itu kini berada di tahap akhir, dengan sebagian besar kabupaten hampir menuntaskan pemasangan jaringan.
Menurut Kepala Diskominfo Kaltim, Muhammad Faisal, hingga 10 November tercatat 672 desa sudah terhubung layanan internet, atau sekitar 80 persen dari total target. Ia menyebut capaian tersebut sebagai gambaran percepatan nyata yang terjadi sepanjang 2024.
“Progresnya semakin cepat, terutama karena dukungan berbagai penyedia layanan dan teknologi satelit yang memudahkan menjangkau wilayah sulit,” ujar Faisal.
Beberapa kabupaten mencatat perkembangan paling menonjol. Penajam Paser Utara (PPU) menjadi yang terdepan dengan 29 dari 30 desa telah online. Satu desa tersisa hanya menunggu penyempurnaan perangkat sebelum diaktifkan.
Di Berau, sebanyak 96 dari 100 desa telah mendapatkan koneksi. Empat desa yang belum terpasang sedang menunggu aktivasi tambahan dari penyedia satelit yang digunakan untuk daerah terpencil.
Sementara itu, Kutai Kartanegara (Kukar) telah mencapai 187 dari 193 desa, dan kini fokus menyelesaikan enam desa prioritas yang masuk jadwal pemasangan akhir tahun.
Untuk Kutai Timur (Kutim), pelayanan internet sudah masuk ke 135 dari 139 desa, dengan empat desa di wilayah geografis ekstrem menjadi tantangan terakhir yang segera ditangani. Keempat daerah tersebut kini mencatat capaian di atas 90 persen, menandakan penyelesaian program berada di jalur yang tepat.
Keberhasilan ini didukung kerja sama dengan tujuh penyedia layanan internet (ISP). Infrastruktur yang dipasang terdiri dari jaringan fiber, nirkabel, hingga perangkat satelit seperti Starlink, yang digunakan untuk wilayah yang tidak memiliki akses jaringan darat.
Rincian kontribusi ISP:
-
Telkom (WMS): 147 desa
-
Telkomsel (Indihome): 152 desa
-
Telkomsel (Orbit): 131 desa
-
Teckomsat – Starlink: 78 desa
-
Bestcamp – Starlink: 32 desa
-
Commlitende (WMS): 84 desa
-
I-Connect (I-Win): 48 desa
Total keseluruhan mencapai 672 desa aktif. Perkembangan terbaru menunjukkan pemasangan bertambah 14 desa, terdiri dari 6 desa di Kukar, 2 desa di Kutim, dan 6 desa di Paser. Diskominfo memperkirakan jumlah ini akan meningkat lagi menjelang penutupan tahun anggaran.
Pemprov Kaltim menekankan bahwa akses internet bukan hanya langkah pemerataan digital, tetapi juga peluang untuk memperluas pendidikan daring, mendukung ekonomi desa, dan mendorong masyarakat memasuki ekosistem digital.
“Kami semakin dekat dengan target 100 persen. Ini proses yang kini bergerak secara konsisten,” kata Faisal.
Dengan mayoritas daerah telah melampaui 90 persen, pemerintah optimistis bahwa pada 2025 seluruh desa di Kaltim sudah menikmati layanan internet gratis secara penuh.
Tim Redaksi/19/Riska/ADV/Diskominfo/Kaltim

