Jalan Jenderal Sudirman Amblas, Jalur Vital Tenggarong–Samarinda Terputus Total

Foto: Kondisi badan jalan yang terputus akibat longsor di Dusun Margasari, Desa Jembayan.

Portalborneo.id, KUTAI KARTANEGARA – Jalan Jenderal Sudirman di Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, putus total akibat badan jalan amblas, Sabtu (15/8/2026). Kerusakan sepanjang lebih dari 100 meter dengan kedalaman sekitar tiga meter itu memutus salah satu jalur vital pergerakan kendaraan dari Tenggarong menuju Samarinda dan akses ke Balikpapan.

Pemerintah menutup sementara ruas terdampak bagi kendaraan umum. Angkutan logistik dan kendaraan dari luar wilayah diarahkan menggunakan jalur alternatif melalui Tenggarong Seberang menuju Samarinda sebelum melanjutkan perjalanan ke Balikpapan dan wilayah sekitarnya.

Roziqi, warga yang rumahnya ikut terdampak, mengatakan pergerakan tanah mulai terjadi sekitar pukul 05.00 WITA. Saat itu kondisi jalan masih dapat dilalui kendaraan.

Namun, sekitar pukul 07.00 WITA saat air mulai pasang, kondisi badan jalan semakin parah hingga akhirnya akses terputus total.

“Sekitar jam lima subuh mulai kejadian. Awalnya masih bisa dilewati, kemudian setelah air pasang sekitar jam tujuh jalannya putus total,” kata Roziqi.

Kerusakan tersebut menjadi perhatian karena ruas jalan itu sebelumnya telah selesai diperbaiki dan diserahterimakan secara resmi atau Final Hand Over (FHO) pada 17 Januari 2026 oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur.

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan pihak terkait telah meninjau langsung lokasi untuk melihat kondisi kerusakan sekaligus menentukan langkah penanganan.

Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri mengimbau masyarakat tidak melintasi ruas jalan yang terdampak untuk sementara waktu. Jalur lokal yang masih tersedia diprioritaskan bagi masyarakat sekitar.

Sementara kendaraan dari luar wilayah, khususnya angkutan logistik, diminta menggunakan jalur alternatif melalui Tenggarong Seberang menuju Samarinda dan selanjutnya ke Balikpapan.

Pemerintah juga mengimbau warga yang bermukim di sekitar titik amblas dan berada di kawasan berisiko untuk sementara mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi pergerakan tanah maupun longsor susulan.

Jembatan Bailey 145 Meter Disiapkan

Sementara itu, Kepala Satker Perencanaan Jalan Nasional Kalimantan Timur Yuda Sandi Utama mengatakan penanganan darurat akan dilakukan dengan menyiapkan pemasangan jembatan Bailey sepanjang sekitar 145 meter.

Sebelum jembatan dipasang, petugas akan melakukan pemancangan kayu galam di sekitar lokasi sebagai bagian dari upaya memperkuat area terdampak dan mengantisipasi abrasi.

Pemasangan jembatan Bailey tersebut diperkirakan membutuhkan waktu kurang lebih dua bulan.

Selama proses penanganan berlangsung, masyarakat diminta mematuhi pengalihan arus dan tidak memaksakan diri melewati lokasi amblas.

Putusnya Jalan Jenderal Sudirman tidak hanya berdampak terhadap mobilitas warga, tetapi juga pergerakan kendaraan dan distribusi logistik antardaerah. Pemerintah kini memprioritaskan pengamanan lokasi serta penyediaan akses sementara hingga jalur tersebut kembali dapat dilalui.

...

Bagikan :

Email
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
[printfriendly]

terkait

.