Portalborneo.id, Samarinda – Ribuan warga Benua Etam yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Kalimantan Timur menggelar aksi damai di halaman Kantor DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Selasa (21/4/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Kartini.
Aksi ini menjadi wadah penyampaian aspirasi masyarakat terkait tuntutan kesejahteraan dan tata kelola pemerintahan yang lebih baik.
Berbagai elemen masyarakat turut ambil bagian dalam aksi tersebut, mulai dari organisasi kemasyarakatan, forum penyandang disabilitas, buruh, mahasiswa, hingga peserta unik yang mengenakan kostum Power Ranger Pink.
Kehadiran para penyandang disabilitas menjadi sorotan, menunjukkan semangat dan keteguhan dalam memperjuangkan hak-hak mereka.
Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan tiga tuntutan utama.
Pertama, mendesak dilakukannya audit menyeluruh terhadap seluruh kebijakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Kedua, menghentikan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) di Kaltim. Ketiga, meminta DPRD Kaltim menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal dan berpihak kepada masyarakat.
Didampingi sejumlah anggota DPRD, Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ekti Emanuel menyampaikan bahwa pihak DPRD menerima dan menyetujui tuntutan yang diajukan massa aksi.
“Mewakili Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud yang tengah berada di Magelang,” kata Ekti Emanuel yang sontak diiringi teriakan ‘huuu’ dari demonstran.
“Kami pimpinan dan seluruh fraksi di DPRD Kaltim sepakat menerima dan bersedia menandatangani tiga tuntutan masyarakat hari ini,” lanjutnya.
Penandatanganan tuntutan tersebut disambut sorak massa. Namun aksi tidak berhenti di situ. Usai dari DPRD, para demonstran melanjutkan aksi damai menuju Kantor Gubernur Kalimantan Timur di Samarinda untuk menyampaikan aspirasi yang sama kepada pihak eksekutif.
Aksi yang berlangsung tertib ini mencerminkan semangat perjuangan masyarakat Kaltim dalam mengawal kebijakan publik, sekaligus menjadi momentum refleksi di Hari Kartini tentang pentingnya keadilan dan kesetaraan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Tim Redaksi

