Kabupaten Kutai Barat, Pusat Pertumbuhan Bisnis Kopi yang Menjanjikan

Teks Foto: Wakil Ketua DPRD Kaltim, Muhamamd Samsun.

Portalborneo.or.id, Samarinda – Kabupaten Kutai Barat di Kalimantan Timur saat ini menjadi sorotan dengan perkembangan yang sangat menarik dalam industri kopi. Masyarakat setempat telah memasuki era baru dengan membudidayakan biji kopi berkualitas tinggi. Hal ini bukan hanya tentang minuman, tetapi juga mengenai menciptakan sumber ekonomi yang berkelanjutan.

Dengan semangat yang tinggi, masyarakat setempat, khususnya para petani di Kampung Linggang Melapeh, Kecamatan Linggang Bigung, Kutai Barat, mulai membudidayakan tumbuhan biji kopi berkualitas tinggi.

Para petani di daerah ini telah bersatu dalam upaya untuk meningkatkan kualitas produksi kopi mereka. Setiap langkah dalam proses budidaya, mulai dari pemilihan varietas kopi hingga teknik pengolahan yang cermat, diperhatikan dengan seksama untuk menghasilkan biji kopi terbaik.

Berita Lainnya:  Bangun Kebersamaan Warga Samarinda, DPD PDI-Perjuangan Kaltim Gelar Nobar Final Piala Dunia 2022

Dalam wawancara dengan Wakil Ketua DPRD Kaltim, Muhammad Samsun, dia mengungkapkan keyakinannya bahwa konsumsi kopi di Kalimantan Timur terus meningkat.

“Kopi bukan hanya minuman, tapi sudah menjadi bagian dari budaya dan kebutuhan sehari-hari masyarakat. Ini adalah peluang besar untuk pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Muhammad Samsun.

Namun, untuk mengakses pasar yang lebih luas, para petani harus fokus pada peningkatan kualitas kemasan dan strategi promosi.

“Pasar sudah tersedia, sekarang kita harus bisa mengambil bagian dari pasar ini dengan cara meningkatkan kualitas kemasan produk dan promosinya,” tambahnya.

Berita Lainnya:  DPRD Kaltim Tinjau Kesiapan Bandara Mahulu, Proyek Strategis Senilai Rp45 Miliar Siap Dimulai

Dalam diskusi yang semakin hangat, banyak yang mengamini bahwa kopi sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.

“Kira-kira sama dengan nasi semua orang makan nasi, hampir semua orang minum kopi. Boleh kalian-kalian ya ikutan. Saya Insya Allah jadi kebutuhan pokok saya saja sehari 8 gelas kopi,” kata Samsun.

Perkembangan bisnis perkopian di Kutai Barat, Kalimantan Timur, ini menjanjikan peluang yang cerah.

Samsun berharap usaha para petani dan pelaku bisnis kopi di Kaltim terus berkembang, mendukung perekonomian, dan meraih sukses di pangsa pasar yang semakin luas.

Berita Lainnya:  Sasar Pelajar, Mashari Rais Gelar Sosper Pencegahan Narkotika di Lingkungan Sekolah

(ADV/DPRD/FRC/18).

...

Bagikan :

Email
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
[printfriendly]

terkait

.