PORTALBORNEO.ID KUTAI KARTANEGARA – Upaya pemerintah desa di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dalam mendukung percepatan penanganan stunting kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional. Desa Kahala, Kecamatan Kenohan, berhasil menembus tiga besar dalam penilaian desa berprestasi dan berkinerja baik dalam percepatan penanganan stunting.
Capaian tersebut sekaligus membawa nama Kalimantan Timur (Kaltim) dalam penilaian tingkat nasional. Desa Kahala menjadi perwakilan Kaltim setelah dinilai mampu menjalankan berbagai upaya penanganan stunting sesuai dengan peran dan kewenangan pemerintah desa.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, menyebut posisi tiga besar menjadi capaian yang membanggakan bagi pemerintah daerah. Saat ini, pihaknya masih menunggu hasil akhir penilaian untuk menentukan peringkat Desa Kahala secara nasional.
“Desa Kahala sudah masuk tiga besar nasional sebagai nominasi. Tentu kita berharap dan mohon doa agar nantinya bisa menjadi yang terbaik atau peringkat pertama secara nasional,” kata Arianto, Minggu (04/10/2026).
Penilaian tersebut dilakukan oleh pemerintah pusat dengan melibatkan Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Desa. Fokus penilaian diarahkan pada kinerja desa dalam mendukung program percepatan penanganan stunting di wilayah masing-masing.
Menurut Arianto, hasil akhir penilaian diperkirakan akan diketahui dalam waktu sekitar dua pekan. Ia berharap capaian Desa Kahala dapat kembali mengharumkan nama Kukar sekaligus Kaltim di tingkat nasional.
“Kukar menjadi perwakilan Kaltim dan berhasil masuk tiga besar nasional. Mudah-mudahan hasil akhirnya nanti kita bisa menjadi nomor satu. Informasinya sekitar dua minggu lagi sudah ada hasilnya,” ujarnya.
Prestasi Desa Kahala juga melanjutkan catatan positif desa di Kukar dalam penilaian nasional terkait percepatan penanganan stunting. Sebelumnya, Desa Muara Wis, Kecamatan Muara Wis, juga berhasil masuk enam besar nasional pada kategori desa berkinerja baik dalam penanganan stunting.
Arianto menyebut keberhasilan tersebut menunjukkan konsistensi desa-desa di Kukar dalam menjalankan program penanganan stunting. Setelah Desa Muara Wis mencatat prestasi, kini giliran Desa Kahala yang mampu menembus posisi tiga besar nasional.
“Ini sudah dua tahun berturut-turut. Sebelumnya Desa Muara Wis masuk enam besar nasional, dan sekarang Desa Kahala dari Kecamatan Kenohan berhasil masuk tiga besar,” sebutnya.
DPMD Kukar berharap capaian tersebut tidak hanya menjadi prestasi bagi Desa Kahala, tetapi juga mendorong desa lainnya untuk memperkuat program penanganan stunting. Sebanyak 193 desa di Kukar diharapkan dapat menjalankan program sesuai kewenangan yang dimiliki.
“Harapan kita tentu Desa Kahala bisa menjadi nomor satu nasional. Di sisi lain, 193 desa yang ada di Kukar juga harus semakin fokus memprogramkan penanganan stunting sesuai kewenangan dan mandat yang diberikan kepada desa,” tutup Arianto.(Adv/diskominfokukar)

