Portalborneo.id, SAMARINDA – Sejumlah warga yang mengaku menjadi korban konflik lahan di Kalimantan Timur dikabarkan tengah mempersiapkan aksi bertajuk “Ketuk Pintu Gubernur” sebagai bentuk tuntutan kepada Pemerintah Provinsi Kaltim.
Aksi tersebut disebut akan membawa berbagai aspirasi masyarakat terkait sengketa lahan yang hingga kini dinilai belum menemukan penyelesaian. Massa dikabarkan berasal dari sejumlah wilayah di Kalimantan Timur yang mengalami persoalan serupa.
Para peserta aksi menilai pemerintah daerah perlu turun tangan lebih serius dalam menyelesaikan konflik agraria yang melibatkan masyarakat dengan perusahaan maupun pihak tertentu. Mereka berharap ada ruang dialog langsung dengan pemerintah provinsi.
Rencana aksi itu juga disebut sebagai bentuk kekecewaan warga yang merasa persoalan lahan berjalan berlarut-larut tanpa kepastian hukum maupun solusi konkret. Beberapa kelompok masyarakat bahkan mengaku telah lama memperjuangkan hak mereka.
Gelombang protes terkait isu sosial dan kebijakan daerah belakangan memang cukup sering muncul di Kalimantan Timur. Tingginya partisipasi masyarakat dalam berbagai aksi menunjukkan besarnya perhatian publik terhadap kebijakan pemerintah daerah.
Meski demikian, sejumlah pihak mengimbau agar aksi penyampaian aspirasi tetap berjalan damai dan sesuai aturan hukum. Pemerintah daerah diharapkan mampu membuka ruang komunikasi agar persoalan konflik lahan tidak terus meluas di tengah masyarakat.

